Senin, 13 November 2017

Filled Under:




Berhati-hatilah dalam bergaulan

“Sesungguhnya perumpamaan berkawan dengan orang yang saleh dan berkawan dengan orang jahat adalah seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup dapur tukang besi. Penjual mnyak wangi, dia mungkin akan memberikan kamu atau kamu akan beli darinya. Tetapi peniup dapur tukan besi, mungkin dia akan membakar pakaianmu atau kamu akan mencium bau yang tidak sedap” (Al Hadits)

"Hati – hatilah terhadap senda gurau, karena tidak sedikit bahaya yang terdapat di dalamnya. Berapa banyak senda gurau antara dua sahabat yang berakhir pada perkelahian” (Abu Sulaiman ad-Darani)

“Teman sejati bukanlah teman yang dapat menghilangkan semua masalahmu, namun yang pasti ia tidak akan menghilang saat masalah datang kepadamu” (Mutiara Islami)

“Jangan pernah menyakiti sahabatmu karena sahabat adalah cara-Nya menunjukkan bahwa Ia tidak ingin engkau menjalani hidupmu seorang diri” (Mutiara Islami)

“Tidaklah seseorang menyembunyikan sesuatu, melainkan Allah akan menampakkannya melalui raut mukanya dan ketergelinciran mulutnya” (Utsman bin’Alfan)

“Iringlah kesalahanmu dengan kebaikan niscaya ia dapat menghapuskannya dan pergauilah semua manusia dengan budi pekerti yang baik” (Al Haditz)

Berhati-hatilah dalam Ucapan


“Hendaknya kau senang pada majelis yang tidak memuliakanmu, memberi salam kepada orang yang kau jumpai dan meninggalkan perdebatan sekalipun engkau di atas kebenaran” (Al Hadits)

“Sedikit berbicara adalahs ebuah hikmah yang amat besar. Oleh karena itu, hendaklah kalian banyak diam, karena banyak diam adalah satu ketenangan hidup dan satu faktor yang dapat meringankan dosa” (Al Hadits)

“Bahagia sekali orang – orang yang menahan lidahnya daripada berkata – kata secara berlebih – lebihan dan mendermakan hartanya yang lebih” (Al Hadits)

“Diam adalah suatu kebijaksanaan dan sedikit orang yang melakukannya. Kebanyakan dosa anak Adam adalah karena lidahnya” (Al Hadits)


“Sesungguhnya sebagian perkataan itu ada yang lebih keras dari batu, lebih pahit daripada jadam, lebih panas daripada bara, dan lebih tajam daripada tusukan. Sesungguhnya hati adalah ladang, maka tanamlah ia dengan perkataan yang baik, karena jika tidak tumbuh semuanya niscaya akan tumbuh sebagian” (Al Haditz)

Kesimpulannya
Semua apa yang terjadi dalam diri kita itu semuanya terhadap kita juga walaupun samudra yang luas menghadang kita tetapi dengan kuat teguh keimanan kepada Alloh SWT semua yang menimpa itu pasti tidak akan terjadi.











0 komentar:

Posting Komentar

Copyright @ 2013 WELCOME TO MY BLOG.